Kita bisa bangga, boleh juga terpana; Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna Facebook terbesar. Berdasarkan data Internetworldstats, hingga saat ini pengguna Facebook di Indonesia berjumlah 39 juta per Juni 2011 dengan penetrasi 16,1%. Posisi ini menjadikan Indonesia berada di bawah Amerika serikat sebagai pengguna Facebook terbesar di dunia.
Nah, dari jutaan orang yang tiap hari berjejaring di Facebook tersebut, Ofcom, sebuah lembaga independen di Inggris pada 2 April 2008, mempublikasikan temuannya: Social Networking, A Quantitave and Qualitative Research Report onto Attitudes, Behaviours, and Use. Berdasarkan penelitiannya Ofcom menggolongkan pengguna Facebook menjadi beberapa tipe
1. Alpha Socializers dengan ciri:
- Minoritas, umumnya pria > 25 tahun
- Mencari kenalan dari kontak teman-temannya.
- Lebih senang mencari teman dari kontaknya teman dibandingkan berkenalan sendiri dengan orang asing
2. Attention Seekers ciri-cirinya adalah:
- Kebanyakan wanita mulai dari remaja hingga 35 tahun.
- Senang cari perhatian misalnya dengan memasang foto provokatif
- Sering sekali mengubah tampilan profil, foto profil dan tampilan Facebook
- Menambah kontak sebanyak-banyaknya meskipun hanya berinteraksi dengan sebagian kecil saja
- Di dunia nyata, orang tipe ini insecure (tidak nyaman dengan dirinya sendiri), maka aktivitas di ranah maya membuat dia pamer diri sehingga terkesan berlebihan atau yang popular dengan sebutan lebay
3. Followers yang berciri:
- Pria dan wanita dari berbagai tingkat usia
- Pengekor yang cuma ikut-ikutan temannya
- Punya akun Facebook hanya sekadar tren
- Tidak aktif mencari teman
4. Faithfuls memiliki ciri:
- Berusia di atas 20 tahun
- Memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
- Berada pada zona nyaman pada keadaan social saat ini
- Facebook digunakan untuk menjalin kontak dengan teman-teman lama.
- Cenderung menolak jika ada permintaan teman dari orang yang tidak dikenal.
5. Functionals, dengan ciri-ciri:
- Minoritas, pria di atas 20 tahun.
- Menggunakan Facebook karena salah satu kebutuhan saja
- Jarang berkomunikasi dengan pengguna Facebook lainnya atau kurang suka berkomentar
- Pertemanan terbatas pada orang yang dikenal atau punya kesamaan minat dan hobi.
Berbagai penelitian, salah satunya penelitian Petter Bae Brandtzaeg dari University of Oslo yang berjudul A Typology of Social Networking Sites User menyebutkan bahwa jejaring social terbentuk dari orang-orang yang berkelompok berdasarkan ikatan pertemanan, keturunan, nilai, visi dan lainnya. Mereka berkomunikasi dan berinteraksi mulai dari hal yang remeh-temeh, sampai pada mendiskusikan topik yang serius.
Dampak positif dan negatif selalu bersisian. Kita sendirilah yang menentukan, ingin mengambil banyak manfaat atau jatuh ke dalam jurang kesia-siaan. Dari berbagai tipe pengguna Facebook di atas, tergolong tipe yang manakah Anda?
Laporan lengkapnya silakan baca di http://stakeholders.ofcom.org.uk/binaries/research/media-literacy/report1.pdf
Sumber gambar: lisaangelettieblog.com